duniaku07.blogspot.com 100% anak sulawesi from maranindhy teear My Blog: ALAT GELAS LABORATORIUM

Sabtu, 07 Juli 2012

ALAT GELAS LABORATORIUM

ALAT GELAS LABORATORIUM

Gelas adalah suatu zat amorf yang diperoleh dari mencampur bahan-bahan anorganik yang setelah dilebur pada suhu tinggi dan didinginkan kan menjadi bedan padat. Berdasarkan jenis dan komposisi dari bahan anorganik yang menyusunnya. Ada beberapa jenis gelas yaitu gelas biasa, gelas timbal, gelas borosilikat dan gelas leburan silika.
Alat gelas yang digunakan dilaboratorium (laboratory glassware) umumnya merupakan gelas borosilikat. Gelas ini terbuat dari kuarsa/silikat oksida berkualitas tinggi, borong oksida. Aluminium oksida dan natrium oksida. Gelas jenis ini mencair pada suhu agak tinggi dan mempunyai angka mulai yang kecil, oleh karena itu dapat dipanaskan hingga suhu tinggi dan dapat direndam dalam air dingin atau es tanpa terjadi keretakan atau pecah. Selain itu gelas borosilikat juga tidak bereaksi dengan bahan kimia sehingga cocok digunakan sebagai alat gelas laboratorium. Di dalam  perdagangan jenis gelas ini dikenal dengan berbagai merk seperti : Pyrex, Yena, Vycor, Duran, Schott, Assistant dan sebagainya.
Alat gelas yang sering digunakan di laboratorium
1.    Gelas Piala = Gelas kimia = Beaker Glass
Biasanya terbuat dari tipe borosilikat. Digunakan untuk wadah larutan yang masih memerlukan pekerjaan lain, tempat melarutkan zat, tempat memanaskan, menguapkan larutan/air, untuk bejana titrasi dengan menggunakan bantuan pengaduk magnetic dan sebagainya. Bentuk gelas piala ada tipe tinggi, dan pendek, mempunyai kapasitas ukuran dari 5 hingga 6000 ml.




2.    Labu Erlenmeyer = Erlenmeyer Flask
Labu Erlenmeyer terbuat dari jenis gelas borosilikat, labu Erlenmeyer ada yang dilengkapi dengan tutup dan tanpa tutup. Tutup labu Erlenmeyer terbuat dari kaca asah dan mulut labu juga kaca asah. Tutup/mulut labu Erlenmeyer
berukuran standar, mulut labu ada yang berukuran sedang dan lebar tergantung dari keperluan. Labu Erlenmeyer tutup asah digunakan untuk reaksi yang memerlukan pengocokan kuat, atau digunakan untuk titrasi, dihubungkan dengan alat ekstraksi, alat destilasi dan sebagainya.  Sedangkan labu Erlenmeyer tanpa tutup asah digunakan untuk titrasi dengan pengocokan lemah hingga sedang. Labu Erlenmeyer mempunyai kapasitas ukuran 25 hingga 2000 ml.



3.     Labu Iodium = Iodium Determination Flask
Labu iodium mirip labu Erlenmeyer bertutup asah dan pada mulut labu dilengkapi oleh suatu piringan kaca yang digunakan untuk menempatkan cairan/larutan atau air yang berguna untuk mengikat uap iodium hasil reaksi dan lolos melalui tutup asah, dengan demikian tidak ada iodium hasil reaksi yang hilang karena menguap. Labu iodium mempunyai kapasitas ukuran 100 hingga 500 ml.


4.    Tabung reaksi = Test tube  
Tabung reaksi umumnya terbuat dari berbagai macam jenis gelas lain : Borosilikat, Soda < Fiolax dan supremax. Soda glass tidak tahan pemanasan, fiolax Glass tidak peka terhadap perubahan panas dan pemanasan setempat. Tabung reaksi yang terbuat dari fiolax dan soda glass umumnya berdinding tipis. Sedangkan tabung reaksi yang terbuat dari Borosilikat dan supremax tahan pemanasan. Tabung reaksi ada yang mempunyai bibir atau pelek yang berguna untuk menahan tang pada pemanasan, ada  pula  yang  dilengkapi  dengan
tutup berulir atau sekrup aluminium/plastik. Ukuran tabung reaksi ditetapkan berdasarkan atas diameter mulut tabung bagian dalam dan panjang tabung, diameter dalam antara 8 hingga 30 mm sedangkan panjang tabung antara 70 hingga 200 mm. Tabung reaksi yang terbuat dari bahan Teflon atau polypropylene sangat kuat dan tahan panas hingga 1350 (polipropilen), 2750 (Teflon).

5.    Labu takar = Labu Ukur = volumetric Flask
Labu takar umumnya terbuat dari jenis gelas borosilikat. Labu takar mempunyai mulut labu dengan ukuran standar yang melengkapi dengan tutupnya. Tutupnya labu dapat terbuat dari gelas asah atau Teflon. Labu takar mempunyai tipe gelas tidak berwarna (Clear Glass) dan berwarna (Amber Glass). Labu takar tidak boleh dipanaskan, kegunaan labu untuk membuat larutan dengan volume yang tepat/teliti, mengencerkan atau mengambil larutan dengan teliti. Labu takar mempunyai kapasitas volume 5 – 2000 ml.



6.    Botol timbang = Wlighting Bottles
Botol timbang terbuat dari jenis gelas borosilikat, dilengkapi dengan tutup asah. Botolo timbang mempunyai tipe bentuk tinggi atau pendek. Botol timbang digunakan untuk menimbang sampel atau contoh, pengeringan bahan, atau penetapan susut pengeringan bahan. Kapasitas botol timbang mulai 15 hingga 80ml.



7.    Gelas ukur = Measuring Cylinders
Gelas ukur berbentuk silinder, terbuat dari jenis gelas borosilikat. Digunakan untuk mengukur cairan secara tidak teliti dan tidak masuk di dalam perhitungan, dapat digunakan pula untuk merendam pipet dalam asam pencuci. Gelas ukur ada yang dilengkapi dengan tutup asah, digunakna untuk melarutkan zat hingga volume tertentu (tidak teliti). Kapasitas volume gelas ukur 5 hingga 2000 ml.
8.    Buret = Burettes
Buret berbentuk silinder, terbuat dari jenis gelas soda, borosilikat, amber, mempunyai kapasitas 1 hingga 100 ml dengan pembagian skala 0.01 hingga 0,2 ml. Bentuk buret dibedakan buret dengan ujung karan lurus (Burettes with straight stopcock) dan buret dengan ujung kran menyamping/ bengkok (Burettes with lateral stopcock). Kran buret dapat terbuat dari gelas asah atau Teflon. Buret digunakan untuk memberikan secara tetes demi tetes sejumlah volume larutan diketahui dengan teliti pada proses titrasi.
Buret sebelum digunakan harus bersih, kering dan bebas lemak. Sumbat keran tutup terbuat dari gelas asah atau Teflon, jika kran terbuat dari bahan Teflon maka tidak diperlukan bahan pelican, sedangkan kran gelas asah memerlukan sedikit pelumas untuk memudahkan putaran kran dan mencegah kebocoran. Buret yang telah digunakan harus segera dicuci bersih dan dikeringkan terutama jika digunakan larutan titran alkali, karena akan mudah terjadi kerak pada kran yang akhirnya menyebabkan tersumbatnya bagian jet atau lubang pengalir/pancaran. Sebelum titrasi dimulai pastikan bahwa tidak terdapat gelembung-gelembung udara di bawah kran dan titik-titik zat cair yang menempel pada dinding bagian dalam buret diatas garis meniskus larutan zat, karena akan menyebabkan kesalahan. Buret dibedakan menjadi : makro, seni mikro dan mikro buret. Untuk membantu memudahkan pembacaan menikus ada buret yang dilengkapi dengan latar belakang warna putih dengan pita garis biru dibalik dari pembagian skala buret, garis ini disebut sebagai garis Schellbach atau kadang-kadang disebut pula sebagai Buret Schellabach. Di laboratorium dikenal pula adanya buret otomatik (Automatic Burettes) yang dilengkapi dengan botol reservoir larutan standar, katub penyumbat  yang dapat dirubah kedudukannya (katub berfungsi untuk mengalir larutan dari botol reservoair atau untuk menutup aliran), selain itu ada juga yang disebut sebagai buret piston pada bagian alat dari potensiometer.

9.    Corong = Funnels
Corong terbuat dari jenis borosilikat atau plastik, digunakan untuk menyaring larutan, memindahkan zat caira atau sampel padat. Corong mempunyai garis tengah 35 hingga 300 mm dan ada yang mempunyai tangkai corong panjang, sedang dan pendek. Disamping itu tangkai corong ada yang berlubang lebar digunakan untuk mengalirkan zat cair yang kental. Penggunaan kertas saring yang telah dibentuk kerucut corong. Pemilihan tangkai corong tergantung dari kegunaan.



10. Pipet Voluma = Pipet gondok = Volumentric Pipettes
Pipet terbuat dari gelas jenis soda jernih. Mempunyai kapasiatas 0,5 hingga 100 ml. Pipet volume digunakan untuk mengambil cairan, memindahkan cairan atau memipet sejumlah volume cairan dengan teliti atau seksama. Pipet volume ada yang dilengkapi pengaman. Penghisap larutan menggunakan pipet melalui mulut harus dilakukan secara hati-hati, agar tidak tertelan/terhisap hingga mulut. Penghisapan cairan dilakukan sampai 1-2 cm diatas garis tanda, kemudian diangkat dan  dibersihkan / keringkan  bagian ujung luar dari pipet menggunakan kertas penghisap dan dikeluarkan secara hati-hati hingga tanda, kemudian alirkan isi dengan  posisi  pipet  tegak lurus terhadap wadah  yang akan  digunakan  dengan
ujung pipet menempel pada dinding bagian dalam dari wadah. Jangan menghisap bahan beracun atau zat yang bersifat keras (asam, basa kuat) melalui mulut akan tetapi gunakan pengisap karet atau digunakan aspirator. Untuk mengeluarkan isi pipet jangan ditiup dengan mulut, tetapi cukup dengan teknik menggoreskan ujung pipet pada dinding dalam dari wadah sebanyak 3 x.
  
11. Pipet ukur = graduated Pipettes
Pipet ukur terbuat dari gelas jenis soda jernih, mempunyai kapasitas 0,01 hingga 50 ml yang dilengkapi dengan pembagian skala pada dindinh pipet 0,001 hingga 0,5 ml. pipet ukur digunakan untuk mengambil, memindahkan atau memipet sejumlah volume cairan secara kurang teliti dan tidak masuk di dalam perhitungan pada penetapan kadar. Pipet ukur ada yang dilengkapi dengan pengaman dan ada juga yang diberi garis Schellbach untuk memudahkan pembacaan meniskus.

12. Desikator = Eksikator = Desiccators
Desikator terbuat dari gelas semi-borosilikat, plastik atau mika. Tipe gelas jernih atau sumber.








Desikator digunakan untuk : mendinginkan bahan atau alat gelas misal krus porselin, botol timbang setelah dipanaskan dan akanditimbang. Selain itu juga berguna untuk mengeringkan bahan atau menyimpan zat atau bahan yang harus dilindungi terhadap pengaruh kelembaban udara. Desikator terdiri atas wadah yang dilengkapi dengan tutup, tutup desikator dapat pula dilengkapi dengan kran yang digunakan untuk menghampa udarakan isi desikator (dihubungkan dengan pompa hisap). Didalam desikator diletakkan piringan berpori yang terbuat dari porselin piringan porselin digunakan untuk meletakkan bahan atau alat      gelas yang akan dikeringkan/disimpan. Di bawah piringan porselin meletakkan bahan pengering, bahan  pengering yang umum digunakan adalah: silikagel asam sulfat pekat fofor pentaoksida. kalsium oksida dan sebagainya. Pengeringan silikaget biasanya diberi indikator warna biru untuk yang kering, dan jika setelah mengikat uap air warna akan berubah menjadi merah. Silikagel yang telah jenuh dengan uap air dapat dikeringkan lagi dengan cara dipanaskan dalam oven dengan suhu lebih tinggi dari 1000. Tutup desikator pada bagian permukaan harus diberi bahan pelicin misal: silicon grease. agar dapat tertutup lebih rapat. Gunakan dua buah tangan untuk membawa desikator atau untuk membukanya, tangan pertama digunakan penahan desikator dan tangan yang lain digunakan untuk mendorong tutup desikator. Jika desikator dihampa udarakan, sebelum dibuka kran harus dibuka terlebih dahulu agar tekanan udara dibuka kran harus dibuka terlebih dahulu agar tekanan udara di dalam dan diluar desikator sama hingga akan memudahkan unutk membukanya.



13. Batang pengaduk = Strirring rod.
Batang pengaduk terbuat dari gelas, polietilen atau logam yang dibungkus dengan polietilen. Batang pengaduk mempunyai panjang sesuai dengan keperluan dan digunakan sebagai pengaduk larutan atau suspensi yang umumnya dalam labu piala. Erlenmeyer atau tabung reaksi. Kadang-kadang diunakan pula sebagai alat bantuk untuk memindahkan cairan dari suatu bejana ke bejana lain. batang pengaduk umumnya bergaris tengah 2-4 mm, dan mempunyai panjang yang bervariasi 6 hingga 30 cm.










14. Gelas Arloji = Kaca arloji = Watch Glasses
Terbuat dari gelas borosilikat, mempunyai diameter yang bervariasi antara 30 – 200 mm, digunakan untuk menguapkan zat, pembentukan hablur, reaksi, pengukuran pH menggunakan kertas indikator atau untuk menutup labu pada proses pemanasan.



15. Corong Pisah = Corong pemisah = separatory Funnels
Digunakan untuk mengekstraksikan zat cair dengan zat cair, terbuat dari gelas borosilikat, tidak berwarna dan amber. Berbentuk kerucut (buah per) bulat dan silinder dilengkapi dengan kran dan tutup yang terbuat dari bahan gelas asam atau Teflon. Mempunyai kapasitas 50 hingga 2000 ml. corong pisah mempunyai tangkai bermacam-macam ada yang
bertangkai pendek, panjang, dilengkapi dengan penyambung gelas asah standar, dilengkapi dengan pengatur tetesan. Corong pisah bentuk kerucut dan silinder digunakan untuk memisahkan dua buah zat cair yang sulit dilihat batas pemisahannya. Selain digunakan untuk ekstraksi dapat pula untuk mengatur aliran zat cair pada proses kromatografi kolom dan reaksi kimia lain. cara menggunakan corong pisah sudah tepat dan tidak bocor. Pengocokan corong pisah dilakukan dengan memegang bagian atas berikut tutupnya dengan tangan kanan dan kiri memegang bagian tangkai corong berkut krannya, kocok dengan cara memutar kearah tubuh kita. Jika digunakan cairan yang mudah menguap sebagai cairan penyarian keluarkan tekanan udara didalam corong pisah agar tidak terjadi tekanan yang kuat dan dapat melemparkan tutup corong berikut isinya.

16. Corong Buchner =  buchner Funnels
Corong Buchner terbuat dari porselin atau gelas borosilikat, corong ini digunakan untuk menyaring dengan cepat terutama jika digunakan pelarut yang mudah menguap. Corong penggunaannya dibantu dengan labu hisap yang dihubungkan dengan pompa hisap/vakum. Corong mempunyai dasar yang berpori kasar dan jika akan digunakan harus diletakkan kertas saring yang mempunyai diameter dalam corong atau lempeng berpori. Corong ini cocok untuk menyaring bahan kasar dengan cairan penyari atau pelarut.
Penggunaan labu hisap pada penyaringan menggunakan corong Buchner harus diperhatikan kedudukan tangkai corong dengan arah hisapan pompa agar diatur sedemikian rupa hingga cairan yang keluar dari corong tidak terisap oleh pompa. Penggunaan pompa hisap pada berbagai alat gelas untuk keperluan laboratorium agar diperhatikan benar agar tidak terjadi kesalahan, untuk mematikan atau menghentikan penghisapan agar tidak langsung pada pompa (dapat menyebabkan cairan terhisap kearah pompa) akan tetapi lepaskan dahulu hubungan alat gelasnya agar berhubungan dengan udara, dengan demikian tidak terjadi tekanan yang berbalik (misal: pada saat menghilangkan udara dari larutan menggunakan pompa hisap, penggunaan pompa hisap pada alat penetapan protein Kjeldahl), diameter corong Buchner 26 – 380 mm, sedangkan kapasitas labu hisap 250 – 10.000 ml.

17. Penyaring kaca masir = Sintered glass funnels = Filter Crucible
Adalah penyaring dari gelas borosilikat dengan lempeng berpori halus terbuat dari leburan silica/kaca mesir, mempunyai kapasitas penyaringan 8 – 125 ml, ukuran pori halus, medium dan kasar, untuk menyaring diperlukan bantuan pompa hisap/vakum. Di laboratorium penyaringan kaca mesir umumnya digunakan pada analisis secara gravimetric (analisis menggunakan cara penimbangan)

18. Corong air panas = Corong panas = hot water funnels
Adalah corong gelas yang diberi mantel logam yang berisi air panas, digunakan untuk menyarng dalam keadaan panas lebih dari 600. air panas dalam mantel dapat berupa air panas yang mengalir atau air panas yang berasal dari pemanasan mantel logam.


19. Labu Kjeldahl = Kjeldahl Flasks
Terbuat dar gelas borosilikat, dengan kapasitas 50 – 1000 ml, digunakan untuk destruksi atau digesti protein pada penetapa protein dan dapat pula digunakan sebagai labu destilasi pada hasil destruksi protein. Labu kjeldahl boleh dipanaskan dengan menggunakan pemanas listrik atau lempeng pemanas. Pada waktu destruksi protein dalam labu kjeldahl posisi labu harus dimiringkan dengan mulut labu menyandar pada penampung uap asam yang terbentuk pada waktu destruksi dilakukan.
20. Krus =Crucible
Krus umumnya digunakan untuk membakar/mengarangkan/mengabungkan zat pada analisis Grravimetri. Krus dapat dipanaskan hingga suhu tinggi dalam tanur (Muffle Furnance) 19000. krus mempunyai kapasitas 2 hingga 250 ml dapat mempunyai bentuk tinggi atau pendek, krus dilengkapi dengan tutup. Krus dibuat dari bahan : Porselin, platina, tanah liat yang dibakar, campuran logam Platina-tembaga. Baja tahan karat. Nikel, Graphite. Krus porselin umumnya yang digunakan untuk analisis laboratorium sehari-hari untuk pengabuan zat, pada analisa gravimetric.  Untuk menga bukan zat
yang dianalisis, terlebih dahulu krus harus ditimbangkan hingga bobot tetap. Zat yang dianalisis direkasikan hngga terbentuk endapan, endapan yang terbentuk secara kuantitatif disaring menggunakan kertas saring bebas abu, dan kertas saring aberikut endapannya dilakukan dengan jalan dimasukkan kedalam krus yang telah mempunyai bobot tetap, dibakar dengan api bebas kecil secara hati-hati, kemudian baru digunakan api besar, setelah sebagian besar kertas dan encapan telah menjadi abu yang berwarna putih, pindahkan pemanasan kedalam tanur. Pada saat pemijaran kertas saring zat yang diuji, maka seluruh zat organik akan terbakar menjadi arang yang berwarna hitam, jika pemanasan dilanjutkan seluruh zat organik (arang) akan hilang terbakar dan akan diperoleh abu atau sisa yang terdiri atas zat anorganik yang berupa oksida logam yang berwarna putih atau berwarna lain tergantung dari logamnya. Krus porselin ada bagian dalamnya diglazur hngga mengkilat umumnya digunakan pada pemanasan pada suhu 300-8000, krus tanah liat yang dibakar tahan hingga suhu 12000, sedangkan krus porselin tipe Alsint tanah hingga suhu 19000 seperti krus logam. Untuk memijarkan contoh yang berupa cairan, sebelum dipanaskan pada api bebas harus dikeringkan atau diuapkan terlebih dahulu menggunakan tangas air/uap. Krus platina atau emas digunakan untuk memijarkan untuk menetapkan sisa pemijaran zat secara teliti atau untuk melihat kemurnian zat pada analisis secara fluoresensi sinar x dan penetapan titik leleh dari suatu gelas. Krus Gooch adalah krus porselin yang pada bagian dasar krus memiliki pori-pori. Digunakan untuk menyaring secara langsung pada krus setelah lubang porinya dilapis dengan bubur asbes. Kemudian baru dipijarkan. Jika kita memiliki krus yang baru sebelum digunakan harus dicuci dan direndam dengan asam pencuci. Untuk memasukkan/mengambil krus dari tanur gunakan tang krus tangkai panjang dan untuk memindahkan krus dari desikator ke neraca gunakan tang krus tangkai pendek.

Teknik memindahkan endapan secara kuantitatif ke dalam corong gelas yang dilengkapi dengan kertas saring bebas abu. Endapan yang tersaring pada kertas saring dikeringkan dengan menggunakan krus porselin, kemudian diarangkan dan dipijarkan (analisis gravimetric).













Keterangan :
a.      Siapkan corong gelas yang telah dilengkapi dengan kertas saring bebas abu, larutan yang akan ditetapkan secara gravimetric dituang terlebih dahulu cairan jernihnya dari labu pengendapan dengan bantuan-bantuan batang pengaduk kaca.
b.      Kemudian endapan diaduk agar dapat dipindahkan dengan sempurna.
c.       Pindahkan endapan secara kuantitatif.
d.      Dengan bantuan botol semprot pindahkan sisa yang menempel pada dasar labu.
e.      Bilas labu dengan air suling
f.        Tuangkan air bilasan secara kuantitatif dengan bantuan bobot semprot
g.      Siapkan krus porselin yang cocok dan telah diketahui bobot tetapnya
h.      Biarkan endapan pada corong hingga cairannya menetes semua, kemudian kertas saring yang mengandung endapan dilipat dengan cara seperti pada gambar (h).
i.        Kemudian masukkan ke dalam krus porselin
j.        Krus porselin dipanaskan dengan api kecil, posisi krus tegak dengan tutup dibuka sedikit, dengan demikian kertas saring dan endapan akan mongering dan akhirnya terbakar

21. Labu alas bulat =Round bottom flasks
Labu alas bulat terbuat dari gelas borosilikat mempunyai kapasitas 10 – 20.000 ml, mempunyai berbagai variasi sesuai dengan kegunaannya, yaitu variasi leher labu ada yang berleher panjang, sedang dan pendek, jumlah leher 1 hingga 4, leher ada yang bercabang dan sebagainya. Labu alas bulat boleh dipanaskan, umunya leher labu mempunyai lubang dengan diameter standar dari gelas asah sehingga memungkinkan untuk dihubungkan/dirangkai dengan alat yang mempunyai hubungan yang sesuai atau dapat ditutup dengan tutup gelas asah yang cocok. Labu alas bulat mempunyai kegunaan yang bermacam-macam tergantung dari bentuk atau tipe leher labunya. Misalnya digunakan untuk mendidihkan suatu cairan atau dihubungkan dengan alatlain Misal : alat penetapan kadar air, alat ekstraksi, alat destilasi (penyulingan). Alat refluks alat penguap berputar atau alat sintesa dan sebagainya. Labu alas ada yang berbentuk bulat ada yang berbentuk buah per.  



22. Cawan Petri
-    Cawan Petri digunakan untuk membuat media, atau kultur perbenihan mikrobiologi.
-    Cawan Petri terdiri atas piring dan tuutpnya yang mempunyai diameter 55-143 mm. dengan tebal 5-70 mm




23. Pendingin : Condenser
-    Alat ini digunakan untuk mengambungkan atau mendinginkan uap yang terjadi pada proses reaksi, sintesa, atau pada sistem destilasi, ekstraksi, saponi fikasi, esterifikasi, metilasi dan sebagainya.
-    Pendingin ini dibebankan atas pendingin udara, pendingin liebig, pendingin spiral, pendingin davies, pendingin friedrich pendingin vigreux, pendingin Dimroth dan sebagainya.


24. Botol penetes
-    Botol ini mempunyai kapasitas 30-250 ml, dilengkapi dengan tutup yang mempunyai tempat mengalirkan cairan/meneteskan cairan atau tutup yang dilengkapi dengan pipet.
-    Digunakan untuk menyimpan cairan indicator, cairan pewarnaan dan sebagainya.


25. Botol Pereaksi
-    Botol ini mempunyai kapasitas 5010.000 ml dilengkapi dengan tutup terbuat dari kaca asah.
-    Digunakan untuk penyimpanan asam yang berasap, botol dilengkapi dengan penutup bahan atau kap asam.





26. Ekstraktor Soxhlet
-    Digunakan untuk mengesktraksi zat padat dengan zat cair secaa terus menerus.








27. Ekstraktor cair-cair
-    Digunakan untuk mengekstraksi zat cair (larutan) dengan zat cair secara terus menerus.
-    Dilengkapi oleh suatu piringan kaca yang digunakan untuk menempatkan cairan atau larutan atau air yang berguna untuk mengikat uap iodium, hasil reaksi dan lolos melalui tutup asah.
-    Mempunyai kapasitas ukuran 100-500 ml.




28. Piknometer
-    Digunakan untuk alat penetapan bobot jenis larutan atau cairan, piknometer terdiri dari dua jenis yaitu yang dilengkapi dengan tutup terbuat dari thermometer yang dimulutkan berapa gelas asah yang sangat dipengaruhi oleh suhu atau memerlukan.
-    Ketelitian dan piknometer yang dilengkapi tutup. Dan piknometer tanpa dilengkapi tutup thermometer tetapi tutup asah yang memiliki lubang kapiler.

-    Digunakan untuk menimbang sampel atau contoh, penyaringan bahan, atau penetapan susut, penyaringan bahan
-    Mempunyai kapasitas mulai 15-80 ml

29. Plete tetes
-    Digunakan untuk melakukan reaksi warna antara zat padat atau cair dalam jumlah kecil yang ditambah dengan pereaksi tetes demi tetes, sehingga muda diamati. Dan mempunyai beberapa cekungan untuk melakukan reaksi.



30. Cawan Porselin
-    Digunakan untuk menguapkan cairan pada suhu yang tidak terlalu tinggi. Misalnya didalam oven diatas tengah air, uap, pasir dan sebagainya.


31. Deck Glass (kaca penutup)
Bentuk persegi empat, tipis, Deck Glass 0,13 mm apabila akan memeriksa sediaan dengan lensa emersi. Deck glass nomor 1 tebalnya 0,13 sampai 0,16 sampai 0,91 mm lebih tebal dan dapat dipakai dengan lensa objektif 40 kali atau 45 kali Deck Glass nomor 00 sangat tipis dan hanya dipergunakan untuk mikroskop khusus, sedangkan nomor 2 tebalnya 0,19 sampai 0,25 mm baik dipakai untuk pemeriksaan dengan lensa objektif 10 kali ata lebih kecil.


32. Pipet westergreen
Terbuat dari gelas borosilikat. Pipet ini mirip pipet ukur tapi dindingnya lebih tebal dan kedua ujungnya tumpul, memiliki skala 0 hingga 200.
Kegunaan : Untuk pemeriksaan LED atau laju endap darah.






33. Objek Gelas
Alat yang digunakan untuk membuat sediaan, atau preparat





34. Kamar hitung sel darah (Hemositometer)
Alat ini digunakan untuk menghitung jumlah sel yang tersuspensi dalam suatu cairan :
Misal : eritrosit, leokosit, trombosit, spermatozoa.


35. Pipet darah (pipet hemoglobin)
Pipet ini biasanya digunakan untuk mengambil sampel darah, sampai garis tanda 20 mm3, (20 sel). untuk pemeriksaan hemoglobin darah.






36. Pipet thoma
1)     Pipet thoma pengencer eritrosit pipet ini mempuyai batas ukur sebelah bawah 0,5 dan batas ukur 101 di sebelah atas bola.
2)     Pipet thoma pengencer leokosit pipet ini mempunyai batas ukur 0,5 sebelah bawah 0,5-1,0 sebelah atas bola mempunyai batas ukur 11.

37. Tabung sahli (tabung hemoglobin)
Tabung ini biasa digunakan untuk mengencerkan darah. Untuk pemeriksaan hemoglobin darah. Pipet ini berskala 1 – 20 mm3





38. Pipet tetes
-    Pipet ini digunakan untuk menambahkan atau untuk meneteskan larutan untuk mengambil larutan apabila volume larutan berlebihan dalam suatu wadah
-    Untuk mencukupkan atau menghimpitkan volume.
-    Pipet ini ada yang berskala, dan ada yang tidak berskala.


Ose
1.    Ose Jarum
2.    Ose Cincin
Gunanya   :   Untuk pembiakan kuman untuk mengambil, memindahkan dan mengisolasi mikro organisme.


 created cy anak maranindhy......
wija to luwu............

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Berbagi

PASANG IKLAN

SCRIPT IKLAN SOBAT

Pengunjung